(MTsN 5 Nganjuk) - MTsN 5 Nganjuk menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada Kamis (22/10/2026) yang diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta peserta didik. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui upacara tersebut, keluarga besar MTsN 5 Nganjuk diajak untuk meneladani semangat perjuangan santri sekaligus memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Suasana peringatan Hari Santri
Nasional tahun ini terasa istimewa dengan ketentuan busana yang mencerminkan
identitas khas santri. Peserta laki-laki mengenakan baju koko atau baju putih,
sarung berwarna gelap, kopyah hitam, serta sandal yang bukan sandal jepit.
Sementara itu, peserta perempuan mengenakan gamis putih atau busana muslim
dengan sandal yang bukan sandal jepit. Keseragaman busana tersebut menghadirkan
nuansa religius sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di lingkungan madrasah.
Seluruh GTK dan siswa mengikuti
upacara dengan tertib dan penuh semangat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi
agenda seremonial tahunan, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi peserta
didik. Melalui upacara peringatan HSN, siswa diharapkan dapat memahami
pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, penghormatan terhadap jasa para
pahlawan, serta kecintaan terhadap agama dan tanah air.
Hari Santri Nasional memiliki
makna historis yang penting bagi perjalanan bangsa Indonesia. Peringatan ini
berkaitan dengan peran ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan
kemerdekaan, termasuk semangat yang melatarbelakangi Resolusi Jihad pada 22
Oktober 1945. Nilai keberanian, keikhlasan, persatuan, dan pengorbanan yang
diwariskan para pendahulu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus
berkontribusi dalam membangun bangsa melalui pendidikan, pengabdian, dan
perilaku yang positif.
Bagi MTsN 5 Nganjuk, peringatan
HSN juga menjadi kesempatan untuk memperkuat karakter peserta didik yang
beriman, berakhlak mulia, disiplin, dan menghargai keberagaman. Semangat santri
dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati guru dan
orang tua, menjaga sopan santun, rajin belajar, membantu sesama, serta menjaga
kebersihan lingkungan madrasah. Dengan demikian, nilai-nilai Hari Santri tidak
berhenti pada peringatan, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam
kehidupan nyata.
Penggunaan busana ala santri
dalam upacara turut menjadi bentuk pengenalan tradisi pesantren kepada generasi
muda. Baju putih, sarung, kopyah, dan busana muslim mengingatkan peserta didik
pada kesederhanaan, kesantunan, serta semangat menuntut ilmu yang menjadi
bagian dari kehidupan santri. Melalui kegiatan ini, madrasah berharap siswa
semakin bangga terhadap identitas keislaman dan budaya bangsa tanpa mengabaikan
sikap terbuka, toleran, serta menghormati sesama.
Melalui upacara peringatan Hari
Santri Nasional 2026, MTsN 5 Nganjuk berkomitmen untuk terus menanamkan
semangat religiusitas, nasionalisme, dan cinta ilmu kepada seluruh warga
madrasah. Peringatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran
penting dalam menjaga nilai-nilai agama sekaligus berkontribusi bagi kemajuan
Indonesia. Dengan meneladani perjuangan para ulama dan santri, seluruh keluarga
besar MTsN 5 Nganjuk diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak
mulia, cinta tanah air, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat. (Humas)











