What Broke Was Not The Plant film by MTsN 5 Nganjuk (Teater
Bayu Madsanenga)
Story of five students, Aulia, Rizky, Kirani, Ireen, and Wahyu, who
take care of their class garden at school. One Sunday morning, they discover
that the garden is flooded and several plant pots are broken, just one day
before a school assessment. Shocked and worried about losing the competition,
the students begin to investigate what happened. They suspect many
possibilities, from a goat entering the garden to sabotage from another class.
While searching for clues, Aulia carefully observes the situation and begins to
suspect that the damage might not have been intentional. Eventually, the truth
is revealed: Rizky accidentally caused the flooding when he tried to fill the
water tank, hoping the plants would grow better. Feeling guilty, he confesses
to Aulia. In the end, the friends choose orgiveness and work together to repair
the garden, realizing that their friendship is more important than winning.
(MTsN 5 Nganjuk) – Rabu (21/1/2026), MTsN 5 Nganjuk sukses melaksanakan kegiatan Studi Literasi, Sejarah, dan Budaya bagi seluruh siswa kelas 8 serta ditambah siswa kelas 9J pada Jum’at – Minggu (16–18 Januari 2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan madrasah dalam memperkuat pembelajaran kontekstual di luar kelas.
Kegiatan studi ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman siswa mengenai sejarah dakwah Islam di Jawa Tengah, khususnya melalui peran dan kontribusi para Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti rangkaian ziarah ke makam Wali Songo yang ada di wilayah Jawa Tengah. Melalui kegiatan ziarah ini, siswa diajak mengenal lebih dekat jejak perjuangan para ulama serta meneladani nilai-nilai keislaman, toleransi, dan kebijaksanaan yang diwariskan.
Selain kegiatan religi dan literasi sejarah, siswa juga melakukan pengamatan langsung di berbagai objek pembelajaran. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Candi Borobudur, sebagai warisan budaya dunia yang mencerminkan kekayaan sejarah dan peradaban bangsa Indonesia.
Rombongan juga mengunjungi Taman Pintar Yogyakarta, yang menjadi sarana edukasi sains dan teknologi. Di tempat ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui berbagai wahana edukatif yang mendorong kreativitas dan rasa ingin tahu.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, siswa diajak menikmati keindahan alam di Pantai Parangtritis. Kunjungan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan serta mengenalkan nilai-nilai budaya lokal yang melekat pada kawasan pesisir selatan Yogyakarta.
Melalui kegiatan Studi Literasi, Sejarah, dan Budaya ini, MTsN 5 Nganjuk berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman bermakna yang membentuk karakter, wawasan kebangsaan, serta kecintaan terhadap sejarah, budaya, dan lingkungan Indonesia. (Atoillah/Video: Jayanti Tour)
(MTsN 5 Nganjuk) – Rabu (21/1/2026), MTsN 5 Nganjuk sukses melaksanakan kegiatan Studi Literasi, Sejarah, dan Budaya bagi seluruh siswa kelas 8 serta ditambah siswa kelas 9J pada Jum’at – Minggu (16–18 Januari 2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan madrasah dalam memperkuat pembelajaran kontekstual di luar kelas.
Kegiatan studi ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman siswa mengenai sejarah dakwah Islam di Jawa Tengah, khususnya melalui peran dan kontribusi para Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti rangkaian ziarah ke makam Wali Songo yang ada di wilayah Jawa Tengah. Melalui kegiatan ziarah ini, siswa diajak mengenal lebih dekat jejak perjuangan para ulama serta meneladani nilai-nilai keislaman, toleransi, dan kebijaksanaan yang diwariskan.
Selain kegiatan religi dan literasi sejarah, siswa juga melakukan pengamatan langsung di berbagai objek pembelajaran. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Candi Borobudur, sebagai warisan budaya dunia yang mencerminkan kekayaan sejarah dan peradaban bangsa Indonesia.
Rombongan juga mengunjungi Taman Pintar Yogyakarta, yang menjadi sarana edukasi sains dan teknologi. Di tempat ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui berbagai wahana edukatif yang mendorong kreativitas dan rasa ingin tahu.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, siswa diajak menikmati keindahan alam di Pantai Parangtritis. Kunjungan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan serta mengenalkan nilai-nilai budaya lokal yang melekat pada kawasan pesisir selatan Yogyakarta.
Melalui kegiatan Studi Literasi, Sejarah, dan Budaya ini, MTsN 5 Nganjuk berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman bermakna yang membentuk karakter, wawasan kebangsaan, serta kecintaan terhadap sejarah, budaya, dan lingkungan Indonesia. (Atoillah/Video: Jayanti Tour)
(MTsN 5 Nganjuk) – Rabu (21/1/2026), MTsN 5 Nganjuk sukses melaksanakan kegiatan Studi Literasi, Sejarah, dan Budaya bagi seluruh siswa kelas 8 serta ditambah siswa kelas 9J pada Jum’at – Minggu (16–18 Januari 2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan madrasah dalam memperkuat pembelajaran kontekstual di luar kelas.
Kegiatan studi ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman siswa mengenai sejarah dakwah Islam di Jawa Tengah, khususnya melalui peran dan kontribusi para Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti rangkaian ziarah ke makam Wali Songo yang ada di wilayah Jawa Tengah. Melalui kegiatan ziarah ini, siswa diajak mengenal lebih dekat jejak perjuangan para ulama serta meneladani nilai-nilai keislaman, toleransi, dan kebijaksanaan yang diwariskan.
Selain kegiatan religi dan literasi sejarah, siswa juga melakukan pengamatan langsung di berbagai objek pembelajaran. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Candi Borobudur, sebagai warisan budaya dunia yang mencerminkan kekayaan sejarah dan peradaban bangsa Indonesia.
Rombongan juga mengunjungi Taman Pintar Yogyakarta, yang menjadi sarana edukasi sains dan teknologi. Di tempat ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui berbagai wahana edukatif yang mendorong kreativitas dan rasa ingin tahu.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, siswa diajak menikmati keindahan alam di Pantai Parangtritis. Kunjungan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan serta mengenalkan nilai-nilai budaya lokal yang melekat pada kawasan pesisir selatan Yogyakarta.
Melalui kegiatan Studi Literasi, Sejarah, dan Budaya ini, MTsN 5 Nganjuk berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman bermakna yang membentuk karakter, wawasan kebangsaan, serta kecintaan terhadap sejarah, budaya, dan lingkungan Indonesia. (Atoillah/Video: Jayanti Tour)
(MTsN 5 Nganjuk) – Kamis (20/11/2025),
penampilan wushu siswa-siswi MTsN 5 Nganjuk berhasil menjadi pusat perhatian
dalam acara Festival Literasi Nganjuk 2025 yang digelar pada Minggu
(16/11/2025) di Gedung Wanita Kota Nganjuk. Aksi penuh energi dan ketangkasan
tersebut langsung memikat para pengunjung sejak pertama kali para atlet cilik
itu naik ke panggung. Gerakan yang lincah, terkoordinasi, dan memukau membuat
penampilan mereka tampak sangat profesional.
Festival Literasi yang biasanya
didominasi oleh kegiatan membaca, bedah buku, dan pameran karya tulis, kali ini
terasa berbeda dengan hadirnya perform wushu yang memberi warna tersendiri.
Para siswa menunjukkan bahwa literasi bukan hanya berkaitan dengan teks, tetapi
juga keterampilan, seni, dan budaya yang melibatkan kedisiplinan serta
konsentrasi tinggi.
Para atlet wushu MTsN 5 Nganjuk
tampil dalam beberapa rangkaian jurus, mulai dari jurus tangan kosong hingga
penggunaan senjata tradisional. Setiap gerakan mereka disambut tepuk tangan
meriah dari para penonton yang tampak antusias mengabadikan momen tersebut.
Kehadiran mereka seakan menjadi hiburan sekaligus edukasi mengenai seni bela
diri yang sarat nilai filosofi.
Panitia Festival Literasi Nganjuk
2025 juga mengapresiasi perform luar biasa tersebut. Menurutnya, kehadiran
wushu dari MTsN 5 Nganjuk berhasil meningkatkan daya tarik festival dan mampu
menarik lebih banyak pengunjung untuk hadir. “Ini salah satu perform terbaik
hari ini. Anak-anak MTsN 5 Nganjuk menunjukkan bahwa literasi itu luas,
termasuk literasi budaya dan olahraga,” ujarnya.
Pembina wushu MTsN 5 Nganjuk
menyampaikan bahwa perform ini merupakan hasil latihan rutin dan disiplin siswa
selama berbulan-bulan. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler
seperti wushu tidak hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi juga karakter
seperti keberanian, ketangkasan, dan kepercayaan diri. “Kami bangga bisa tampil
di ajang sebesar ini,” tambahnya.
Dengan suksesnya perform wushu
ini, MTsN 5 Nganjuk kembali menunjukkan eksistensinya sebagai madrasah yang
aktif dan berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Penampilan tersebut tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa
siswa-siswi madrasah mampu berkompetisi dan tampil percaya diri di panggung
publik. (Atoillah/Video: Mirna)
(MTsN 5 Nganjuk) - Kamis (20/11/2025), MTsN 5 Nganjuk kembali
menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah berhasil meraih Juara
2 Lomba Video Kreatif yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan
Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Dalam ajang bergengsi ini, tim MTsN 5
Nganjuk mengangkat sebuah film pendek bertajuk “RECEH KITA, MASA DEPAN
BANGSA” yang berhasil memikat para dewan juri dengan konsep edukatif dan
pesan moral yang kuat.
Film pendek tersebut mengusung
tema literasi keuangan yang dikemas secara kreatif dan ringan dipahami oleh
pelajar. Melalui alur cerita yang sederhana namun menyentuh, video ini
menggugah kesadaran generasi muda tentang pentingnya menabung, mengelola uang
sejak dini, serta memahami bahwa setiap rupiah yang disisihkan memiliki dampak
besar bagi masa depan. Pesan inilah yang menjadi nilai lebih dan membuat karya
siswa MTsN 5 Nganjuk tampil menonjol di antara ratusan peserta lainnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari
kerja keras siswa-siswi yang terlibat dalam proses produksi, mulai dari
penulisan naskah, penyutradaraan, akting, hingga editing. Didampingi guru
pembina, mereka mengolah ide sederhana menjadi sebuah karya audiovisual yang
sarat edukasi dan inspirasi. Proses penggarapannya pun dilakukan dengan penuh
semangat meski harus menyesuaikan dengan jadwal belajar di madrasah.
Kepala MTsN 5 Nganjuk, Bapak
H. Hadi Sapuan, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia
menyebut bahwa prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa kreativitas siswa MTsN
5 Nganjuk terus berkembang sejalan dengan tuntutan zaman. “Kami sangat
mengapresiasi kerja keras anak-anak dan pembina. Video ‘Receh Kita, Masa Depan
Bangsa’ bukan hanya karya, tetapi juga edukasi yang sangat relevan bagi
generasi muda,” ujarnya.
Ajang yang diadakan Kemenkeu RI
ini memang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar
Indonesia. Oleh karena itu, prestasi MTsN 5 Nganjuk dalam lomba ini menunjukkan
bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu
berkontribusi dalam kampanye nasional untuk membentuk generasi yang melek
finansial.
Dengan diraihnya Juara 2 Lomba
Video Kreatif ini, MTsN 5 Nganjuk semakin mantap menempatkan diri sebagai
madrasah yang aktif, inovatif, dan berprestasi. Kemenangan ini diharapkan dapat
memotivasi siswa lain untuk terus berkarya dan mengharumkan nama madrasah di
berbagai kompetisi mendatang. Selamat untuk tim film pendek MTsN 5 Nganjuk!
(Atoillah/Video: Ekstra Teater MTsN 5 Nganjuk)
"Ayo Belajar di Madrasah: Madrasah Mandiri Berprestasi"
Halo, Guys!
Pernahkah kalian bertanya-tanya, apa saja kegiatan seru di madrasah? Video ini mengajak kalian menjelajahi dunia madrasah yang penuh kreativitas dan prestasi!
Madrasah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat berkembang!
Dari ekstrakurikuler jurnalistik yang melatih kalian menjadi jurnalis muda, sanggar bahasa untuk asah kemampuan literasi, hingga pramuka yang menanamkan jiwa kepemimpinan. Tidak ketinggalan teater dan tari yang menyalurkan bakat seni, serta banyak lagi aktivitas menarik lainnya!
Mari temukan bagaimana madrasah membentuk generasi mandiri, berprestasi, dan berakhlak mulia!
Yuk, saksikan keseruannya!
Jangan lupa like, comment, dan subscribe agar kalian tidak ketinggalan konten inspiratif lainnya.
Ayo Belajar di Madrasah: Madrasah Mandiri Berprestasi!
Madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tapi juga tempat menempa karakter dan keimanan. Dalam video ini, kami mengajak Anda mengenal program unggulan di madrasah: Program Tahfidzul Quran, yang dirancang untuk mempersiapkan generasi Qurani yang siap bersaing di berbagai profesi.
Apa saja keunggulan program tahfidz di madrasah?
• Menguatkan hafalan Quran yang mendukung pembentukan karakter islami.
• Prospek masa depan cemerlang, mendukung berbagai profesi.
• Dibimbing oleh guru-guru profesional dan metode belajar yang menyenangkan.
Mari bergabung bersama kami, wujudkan impian menjadi generasi yang mandiri, berprestasi, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Quran!
Saksikan hingga akhir dan jangan lupa like, komen, dan share agar semakin banyak yang terinspirasi!
Ayo Belajar di Madrasah! Madrasah Mandiri Berprestasi dengan Program SKS
Halo, Temans!
Selamat datang di madrasah kami, tempatnya generasi mandiri dan berprestasi, tumbuh dan berkembang!
Madrasah bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga tempat mewujudkan mimpi dan potensi. Di sini, kami punya program SKS (Sistem Kredit Semester) yang fleksibel dan inovatif, terdiri dari tiga pilihan kelas:
1. Kelas Percepatan untuk kamu yang ingin menyelesaikan pendidikan lebih cepat.
2. Kelas Akademik untuk para siswa dengan fokus prestasi akademik.
3. Kelas Tahfidz bagi yang ingin menghafal Al-Qur'an sekaligus berprestasi.
Tak hanya itu, madrasah kami juga mendukung minat dan bakat siswa melalui berbagai ekstrakurikuler menarik seperti olahraga dan PMR (Palang Merah Remaja).
Dengan fasilitas lengkap, guru berkualitas, dan lingkungan yang mendukung, madrasah kami siap mengantar siswa menuju masa depan yang gemilang.
Saksikan video ini dan temukan kenapa madrasah adalah pilihan terbaik! Yuk, bergabung bersama kami!
Madrasah Mandiri Berprestasi: Tempat Belajar, Berkembang, dan Berprestasi
Selamat datang di madrasah kami, tempat belajar yang menginspirasi dan mendidik generasi unggul! Video ini dibuat untuk mengikuti lomba vlog HAB Kemenag dengan tema "Ayo Belajar di Madrasah, Madrasah Mandiri Berprestasi".
Melalui video ini, kami akan mengajak kalian untuk melihat langsung suasana pembelajaran di ruang kelas kami yang nyaman dan penuh semangat. Selain itu, ada juga fasilitas laboratorium komputer yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Tak ketinggalan, kantin madrasah kami yang menyajikan aneka makanan halal yang telah terverifikasi, menjaga kehalalan dan kebersihan demi kesehatan siswa.
Madrasah kami tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga berkomitmen menciptakan lingkungan yang mendukung kemandirian, karakter islami, dan prestasi siswa.
Jangan lupa dukung kami dengan menyukai video ini, berbagi ke teman-teman, dan berlangganan kanal kami untuk menyebarkan semangat belajar di madrasah!
(MTsN 5 Nganjuk) – Jum’at
(15/11/2024), MTsN 5 Nganjuk kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat
nasional. Kali ini, tim film madrasah berhasil meraih juara pertama dalam Lomba
Film Horor Pendek Sceneless dengan karya berjudul SURUP. Lomba
tersebut diselenggarakan oleh Nyalanesia dan diikuti oleh berbagai sekolah dan
madrasah dari tingkat SMP/MTs hingga SMA/SMK se-Indonesia.
Film SURUP berhasil
memukau dewan juri dengan alur cerita yang menegangkan, sinematografi yang
apik, serta pesan moral yang kuat. Film ini mengangkat kisah horor lokal yang
sarat dengan pesan moral, menjadikannya berbeda dari film horor kebanyakan.
Plt. Kepala MTsN 5 Nganjuk, Bapak
Mochammad Abdul Rasyid, mengapresiasi kerja keras tim film madrasah.
"Prestasi ini adalah bukti bahwa siswa-siswi MTsN 5 Nganjuk tidak hanya
unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kreativitas luar biasa dalam bidang
seni," ujar beliau dalam sambutannya saat penyerahan penghargaan.
Lomba Sceneless yang
diadakan Nyalanesia bertujuan untuk mengasah kreativitas pelajar di bidang
perfilman sekaligus mengembangkan bakat mereka dalam seni peran dan produksi
film. Kompetisi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di
Indonesia, menjadikan kemenangan MTsN 5 Nganjuk sebagai pencapaian yang sangat
membanggakan.
Dengan prestasi ini, MTsN 5
Nganjuk berharap dapat terus menginspirasi siswa untuk berkarya dan meraih
prestasi di berbagai bidang. Film SURUP diharapkan menjadi awal dari
kontribusi besar siswa dalam dunia perfilman nasional. (Atoillah/Video: Tim
Film MTsN 5 Nganjuk)
Nganjuk, 21 Syawal 1445 H/25 Juli 2024 - Setelah libur panjang menyambut hari raya Idul Fitri, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Nganjuk kembali menggelar kegiatan perdana dengan acara Halal Bihalal. Acara tersebut dilangsungkan di lapangan basket madrasah pada hari pertama masuk setelah libur sekitar dua pekan.
Acara Halal Bihalal yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 serta seluruh dewan guru dan karyawan tersebut diawali dengan sambutan dari Bapak Mahsun, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan. Dalam sambutannya, beliau mewakili seluruh madrasah, guru, dan karyawan, memohon maaf atas segala kesalahan dan khilaf yang mungkin terjadi kepada seluruh siswa-siswi.
"Kami berharap dengan acara Halal Bihalal ini, dapat menjalin kembali silaturahmi yang sempurna di antara kita semua setelah menjalani momen yang suci dalam bulan Ramadan dan Idul Fitri," ungkap Bapak Mahsun dengan penuh kesederhanaan.
Sementara itu, Bapak Supardiyanto, yang ditunjuk sebagai pengisi tausiyah (mauidhoh hasanah), memberikan ceramah yang menggugah hati tentang hikmah dari pelaksanaan Halal Bihalal. Beliau secara rinci menjelaskan pentingnya maaf-memaafkan dalam membangun hubungan yang baik di antara sesama umat manusia.
"Maaf bukan hanya sekadar kata, namun sebuah wujud kesungguhan kita untuk memperbaiki diri dan membangun kedekatan dengan sesama," ujar Bapak Supardiyanto di hadapan seluruh peserta.
Acara Halal Bihalal ini diharapkan tidak hanya sebagai ritual formalitas semata, tetapi lebih sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan di lingkungan madrasah. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi wahana pembelajaran nilai-nilai kebersamaan dan kedewasaan bagi seluruh siswa dan anggota madrasah.
Beliau juga menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini dalam membentuk karakter siswa-siswi yang berakhlak mulia dan toleran.
"Kami berharap setelah momen Halal Bihalal ini, semua pihak dapat kembali bekerja sama dalam menggapai tujuan bersama, yaitu mencetak generasi yang unggul dan bertaqwa," tandasnya.
Dengan semangat yang penuh, MTsN 5 Nganjuk kembali beraktivitas dalam suasana yang penuh kekeluargaan setelah momen liburan yang membawa keberkahan bagi seluruh civitas madrasah. (Atoillah/Video: Putri)
(MTsN 5 Nganjuk) - Minggu (7/4/2024), suasana haru dan kebersamaan terpancar di MTsN 5 Nganjuk. Gabungan seluruh ekstrakurikuler di MTsN 5 Nganjuk, yang berjumlah 16 ekstrakurikuler, menyelenggarakan kegiatan santunan anak yatim dan buka bersama pada Kamis (4/4/2024). Acara ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa empati dan solidaritas di antara siswa-siswi serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Dalam kegiatan santunan anak yatim, para siswa dan guru yang tergabung dalam ekstrakurikuler mengumpulkan sumbangan dari anggota masing-masing ekstrakurikuler serta dari para guru dan staf madrasah. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk memberikan santunan kepada anak-anak yatim yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan materiil kepada anak-anak yatim serta menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan hidup.
Setelah kegiatan santunan anak yatim, dilanjutkan dengan buka bersama di mana seluruh peserta, termasuk para anak yatim yang mendapat santunan, bersama-sama menikmati hidangan berbuka puasa. Suasana kebersamaan yang hangat tercipta di antara semua peserta, mengesankan bahwa tidak ada batasan sosial atau ekonomi yang memisahkan mereka, tetapi hanya kebersamaan dan rasa persaudaraan yang mengikat.
Penanggung jawab Ekstrakurikuler MTsN 5 Nganjuk, Bapak Mahsun, menyatakan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa. "Melalui kegiatan santunan anak yatim dan buka bersama ini, kami ingin mengajarkan kepada siswa nilai-nilai kepedulian, empati, dan berbagi kepada sesama. Kami berharap acara ini dapat memberikan inspirasi bagi mereka untuk selalu peduli terhadap orang-orang yang membutuhkan," ujarnya dengan penuh semangat.
Acara santunan anak yatim dan buka bersama yang diselenggarakan oleh gabungan ekstrakurikuler MTsN 5 Nganjuk tidak hanya merupakan kegiatan sosial semata, tetapi juga bentuk nyata dari semangat kebersamaan dan solidaritas di antara seluruh komponen madrasah. Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi siswa-siswi untuk terus berbuat kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. (Video: Putri)
(MTsN 5 Nganjuk) – Kamis (4/4/2024), MTsN 5 Nganjuk kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan kemanusiaan melalui kegiatan buka bersama yang digelar oleh beberapa ekstrakurikuler di lingkungan madrasah pada Rabu (3/4/2024) dan Selasa (2/4/2024). Meskipun dilaksanakan di lokasi berbeda, namun semangat persaudaraan tetap terasa kental dalam setiap kegiatan.
Pada kesempatan ini, ekstrakurikuler Sanggar Bahasa, Palang Merah Remaja (PMR), dan Pramuka menjadi pelaku utama dalam menyelenggarakan kegiatan buka bersama. Setiap ekstrakurikuler memilih lokasi yang berbeda namun tetap dalam lingkup madrasah, mencerminkan keberagaman dan kreativitas dalam menyelenggarakan kegiatan sosial.
Sanggar Bahasa MTsN 5 Nganjuk memulai kegiatan buka bersama mereka dengan acara pelantikan pengurus sanggar bahasa masa bakti 2024-2025. Para pengurus baru dilantik dengan harapan dapat memimpin ekstrakurikuler ini dengan baik serta menginspirasi anggota lainnya. Acara pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jalinan persaudaraan di antara anggota Sanggar Bahasa.
Sementara itu, ekstrakurikuler mengawali kegiatan buka bersama dengan berbagi takjil kepada masyarakat sekitar. Aksi ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas PMR dalam membantu sesama, terutama menjelang berbuka puasa. Dengan berbagi takjil, diharapkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat sekitar madrasah.
Selain itu, ekstrakurikuler Pramuka juga turut serta dalam kegiatan buka pada Selasa (2/4/2024). Dalam suasana kebersamaan, para anggota Pramuka dapat merasakan kebersamaan dan keakraban sambil menikmati hidangan buka puasa bersama.
Plt. Kepala MTsN 5 Nganjuk, Bapak M. Abdul Rasyid, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh seluruh ekstrakurikuler. Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan kemanusiaan yang harus terus ditanamkan dalam setiap aktivitas madrasah. "Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali persaudaraan di antara anggota ekstrakurikuler, tetapi juga sebagai wujud nyata dari nilai-nilai keislaman yang diajarkan di madrasah kita," ujar Bapak Rasyid.
Semangat kebersamaan dan kemanusiaan yang ditunjukkan melalui kegiatan buka bersama ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa dan guru di MTsN 5 Nganjuk. Diharapkan, semangat ini dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak orang untuk berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. (Atoillah/Photo: Gastra)
(MTsN 5 Nganjuk) - Kamis (4/4/2024), MTsN 5 Nganjuk menggelar kegiatan Pelantikan Pengurus Sanggar Bahasa Masa Bhakti 2024-2025. Berita selenkapnya bisa dibaca di sini.
(MTsN 5 Nganjuk) - Pagi ini, Kamis (29/2/2024), seluruh warga MTsN 5 Nganjuk berkumpul dengan penuh kehangatan di Lapangan Basket madrasah untuk mengadakan acara perpisahan bagi Kepala Madrasah, H. Luqman Afif. Acara ini menjadi momen yang penuh kenangan, di mana para siswa, guru, dan staf madrasah berkumpul untuk mengenang perjalanan karir panjang Bapak H. Luqman Afif.
Dalam pidato perpisahannya, Bapak Luqman Afif dengan penuh kehangatan menceritakan perjalanan karirnya yang dimulai sejak diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) guru Bahasa Inggris. Beliau berbagi pengalaman mengajar, tantangan yang dihadapi, dan prestasi yang berhasil dicapai selama bertahun-tahun menjadi pendidik di lingkungan Kementerian Agama.
"Saya merasa sangat terhormat dan bersyukur dapat menjadi bagian dari keluarga besar MTsN 5 Nganjuk selama ini. Perjalanan karir sebagai kepala madrasah membawa banyak kenangan indah, tetapi yang paling berkesan adalah saat saya dipercaya untuk memimpin madrasah ini sebagai Kepala Madrasah," ungkap Bapak Luqman Afif dengan suara yang penuh haru.
Beliau juga menyoroti upaya dan kerja keras seluruh warga madrasah dalam mencapai prestasi, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dan menjaga keharmonisan di antara siswa dan guru. Bapak Luqman Afif menyampaikan apresiasinya kepada seluruh elemen yang telah bersama-sama membangun MTsN 5 Nganjuk menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas.
Acara perpisahan ini diisi dengan suasana haru dan tawa, di mana para siswa juga memberikan ungkapan terima kasih dan kenangannya kepada Kepala Madrasah yang akan segera purna tugas. Acara ditutup dengan doa bersama untuk kesuksesan Bapak Luqman Afif di masa pensiunnya dan kelanjutan perjalanan MTsN 5 Nganjuk yang lebih gemilang.
Perpisahan ini tidak hanya menjadi momen penuh emosi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenang dedikasi dan kontribusi Bapak H. Luqman Afif dalam mendidik generasi penerus di MTsN 5 Nganjuk. Semoga perjalanan pensiunnya akan dipenuhi dengan kebahagiaan dan kenangan indah. (Atoillah/Video: Putri)
(MTsN 5 Nganjuk) - Kamis (29/2/2024), MTsN 5 Nganjuk menggelar acara perpisah kenang untuk Kepala Madrasah, H. Luqman Afif, pada Minggu (25/2/2024) di Pantai Karanggongso Trenggalek, Jawa Timur. Acara ini menjadi momen penuh kehangatan dan kenangan, seiring dengan pensiunnya H. Luqman Afif yang dijadwalkan pada tanggal 29 Pebruari 2024, setelah memimpin MTsN 5 Nganjuk selama sekitar 8 bulan.A
cara perpisah kenang ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika, guru, dan staf MTsN 5 Nganjuk. Suasana kebersamaan terlihat dari berbagai kegiatan yang diselenggarakan, mulai dari sambutan hangat hingga sesi kenangan bersama.
H. Luqman Afif dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak selama kepemimpinannya di MTsN 5 Nganjuk. Ia juga berbagi harapan agar madrasah terus berkembang dan menjadi tempat pembelajaran yang inspiratif bagi generasi penerus.
Pantai Karanggongso Trenggalek dipilih sebagai lokasi acara pisah kenang untuk memberikan nuansa yang berbeda dan memperingati momen spesial ini dengan suasana alam yang indah. Peserta acara menikmati kebersamaan di tepi pantai sambil mengenang perjalanan kepemimpinan H. Luqman Afif.
Ketua Panitia Acara, Bapak Mahsun, mengungkapkan, "Kami berharap acara perpisah kenang ini menjadi kenangan yang membahagiakan bagi Pak Luqman Afif dan semua yang hadir. Kami juga berkomitmen untuk meneruskan visi dan misi yang telah beliau tanamkan di MTsN 5 Nganjuk."
Semua elemen acara berjalan lancar, menandai momen perpisah kenang yang penuh makna dan haru. Seluruh komunitas MTsN 5 Nganjuk berharap H. Luqman Afif mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan di masa pensiunnya, sambil membangun kenangan indah di madrasah ini. (Atoillah/Video: Putri)
(MTsN 5 Nganjuk) – Selasa (20/2/2024)
- kreativitas dan keberanian datang dari siswa-siswi MTsN 5 Nganjuk yang
mengikuti Kompetisi Tari Nasional dalam ajang Nyala Kreatif 2024 yang
diselenggarakan oleh GSMB Nasional 2024. Mereka memukau penonton dengan
penampilan tari berjudul "Gejolak Marsinah".
Sebanyak [jumlah siswa dan siswi]
dari MTsN 5 Nganjuk berpartisipasi dalam kompetisi yang diikuti oleh
sekolah-sekolah dari seluruh Indonesia ini. Dengan penuh semangat dan dedikasi,
mereka membawa warna tersendiri dalam ajang Nyala Kreatif 2024.
Tari "Gejolak Marsinah"
yang mereka tampilkan bukan hanya sekadar gerakan indah, tetapi juga membawa
pesan mendalam. Inspirasi tari ini diambil dari perjuangan Marsinah, seorang
pekerja wanita yang menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan di masa
lalu.
Ibu Lailatuol Fitriyah, guru seni
dan pembimbing kelompok tari, menyatakan, "Saya sangat bangga dengan
kreativitas dan keberanian siswa-siswi kita. Tari 'Gejolak Marsinah' bukan
hanya sebagai bentuk seni, tetapi juga sebagai cerminan semangat keadilan dan
perlawanan terhadap ketidaksetaraan."
Kepala MTsN 5 Nganjuk, H. Luqman
Afif, mengucapkan selamat dan mengapresiasi perjuangan siswa-siswi. "Perjuangan
ini tidak hanya tanggung jawab peserta, tetapi juga seluruh tim pendukung, guru
pembimbing, dan seluruh warga MTsN 5 Nganjuk. Hal ini membuktikan bahwa
pendidikan di MTsN 5 Nganjuk tidak hanya berkutat pada akademis, tetapi juga
mendorong pengembangan bakat dan kreativitas siswa," pungkas beliau.
(Atoillah/Video: Fitri)
(MTsN 5 Nganjuk) – Sabtu (17/2/2024), Gedung Wanita Kota Nganjuk menjadi saksi kegiatan penting MTsN 5 Nganjuk yang menggelar acara Parenting Education dan Rembug Wali Murid Kelas IX. Kegiatan tersebut diadakan guna menyukseskan Asesmen Madrasah yang rencananya akan dilaksanakan pada medio bulan Mei mendatang.
Parenting Education tidak hanya menjadi wadah bagi para wali murid untuk berpartisipasi dalam proses pendidikan anak-anak mereka, tetapi juga sebagai persiapan bagi siswa-siswi kelas IX sebelum melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.
Dalam kegiatan ini, MTsN 5 Nganjuk memahami pentingnya peran orang tua dalam mendukung perkembangan putra-putri mereka. Oleh karena itu, Parenting Education dihadirkan sebagai sarana untuk memberikan pemahaman lebih kepada orang tua mengenai pentingnya mendampingi dan membimbing anak-anak mereka di masa remaja.
Tidak hanya itu, MTsN 5 Nganjuk juga turut mendatangkan nara sumber yang sangat terkenal di bidangnya, yaitu Bapak Wahyu Fathuddin Jazir dari AMAZE Outbound - Training Motivation Air-Langga Kota Malang. Bapak Wahyu membawakan materi yang inspiratif dan memberikan wawasan baru kepada para peserta terkait pentingnya pendidikan dan pembinaan karakter dalam pembentukan generasi masa depan.
Acara Rembug Wali Murid Kelas IX turut membangun kerjasama antara madrasah dan orang tua dalam mendukung kesuksesan para siswa di dunia pendidikan. Diskusi dan tanya jawab antara wali murid dan guru menjadi momen berharga untuk saling berbagi informasi dan pemahaman.
Kepala MTsN 5 Nganjuk, H. Luqman Afif, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. "Parenting Education dan Rembug Wali Murid ini adalah langkah nyata kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberdayakan orang tua sebagai mitra penting dalam proses pembelajaran anak-anak," ujar beliau.
Semangat kebersamaan antara madrasah, siswa, dan orang tua menjadi fondasi kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung. MTsN 5 Nganjuk berkomitmen untuk terus melibatkan orang tua dalam proses pendidikan, sehingga bersama-sama kita dapat mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. (Atoillah/Video: Putri)
(MTsN 5 Nganjuk) Sabtu (16/12/2023), Tim Plong yang tergabung dalam Tim Kreatif Teater Bayu MTsN 5 Nganjuk memperoleh keberhasilan cemerlang dengan meraih juara pertama dalam Lomba Film Pendek yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-78 tahun 2024. Lomba ini diselenggarakan sebagai bagian dari serangkaian acara untuk memperingati momen penting tersebut. Dalam karyanya, tim ini mengangkat tema Budaya Daerah Kabupaten Nganjuk, khususnya Wayang Timplong.
Dalam film pendeknya yang memukau, Tim Plong MTsN 5 Nganjuk berhasil menampilkan kekayaan dan keindahan budaya daerah Kabupaten Nganjuk melalui pertunjukan Wayang Timplong. Wayang Timplong, sebuah bentuk seni pertunjukan tradisional yang khas di daerah ini, menjadi pusat perhatian dalam kisah yang disajikan dengan penuh kreativitas dan keindahan visual.
Ketua Tim Plong sekaligus guru pembimbing, Ibu Lailatul Fitriyah, menyatakan rasa bangga dan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada timnya. "Kami sangat senang bisa meraih juara pertama dalam Lomba Film Pendek ini. Kami berusaha keras untuk mengangkat keunikan budaya daerah kami, terutama Wayang Timplong, dan kami harap ini dapat menjadi sarana untuk mempromosikan dan melestarikan seni tradisional daerah kami," ucap Ibu Fitri dengan penuh semangat.
Film pendek Tim Plong tidak hanya berhasil mencuri perhatian juri, tetapi juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang keindahan dan makna di balik Wayang Timplong. Melalui teknik sinematografi yang ciamik, penonton diajak untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan budaya lokal.
Lebih lanjut, Ibu Fitri, menyatakan kebanggaannya terhadap kreativitas dan dedikasi siswa-siswinya. "Mereka tidak hanya berhasil menyajikan cerita yang menarik, tetapi juga mampu menggambarkan keunikan dan keindahan seni budaya daerah kita. Ini adalah bentuk apresiasi yang luar biasa terhadap warisan budaya yang perlu kita lestarikan," ungkap beliau.
Kepala MTsN 5 Nganjuk, Bapak H. Luqman Afif, menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih oleh Tim Plong. "Kemenangan ini adalah bukti bahwa kreativitas dan kesungguhan siswa dalam melestarikan budaya daerah dapat diwujudkan melalui karya seni. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal mereka," ujar H. Luqman.
Tim Plong MTsN 5 Nganjuk berhak mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas karya cemerlang mereka. Keberhasilan ini menjadi langkah awal untuk mengangkat martabat budaya daerah, serta memberikan kontribusi positif dalam memperkenalkan dan melestarikan seni tradisional Kabupaten Nganjuk melalui medium film pendek. Semoga karya mereka dapat terus menginspirasi dan memotivasi generasi muda untuk mencintai dan menghargai warisan budaya Indonesia. (Atoillah/ Video: Tim Teater Bayu)